Browser yang baru diakusisi oleh perusahaan konsorsium asal China ini mengklaim bahwa fitur pemblokir yang 'ditanam' langsung ke dalam browser akan lebih optimal ketimbang menggunakan plug-in pihak ketiga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Iklan (sebetulnya) adalah bahan bakar internet yang memungkinkan pengguna untuk menikmati berbagai layanan secara gratis," kata Krystian Kolondra, SVP Engineering and Head of Opera untuk divisi komputer.
"Tapi, penelitian terbaru kami menunjukkan bahwa sebagian besar halaman web saat ini diperlambat secara signifikan oleh iklan yang berlebihan. Kami tidak bisa menerima itu. Sebagai pengguna, kami ingin web menjadi tempat yang lebih baik bagi kita semua," lanjut Krystian Kolondra.
Sama seperti dengan pemblokir iklan pihak ketiga, pengguna diizinkan untuk mengatur sendiri jika tak ingin memblokir iklan pada laman web tertentu.
Opera juga menyertakan fitur yang memungkinkan pengguna untuk membandingkan waktu loading saat pemblokir iklan diaktifkan dan dinonaktifkan. Jumlah iklan sudah diblokir pun akan ditampilkan secara real time.