Akses tersebut menurut Obama perlu diberikan untuk membantu pemerintah mencegah rencana aksi terorisme serta menegakkan peraturan perpajakan.
Obama menegaskan permintaannya tersebut tidak terkait dengan kehendak FBI yang sebelumnya juga memaksa perusahaan teknologi Apple untuk membuka enkripsi iPhone milik Rizwan Farook, pelaku penembakan San Bernardino beberapa waktu lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika teknologi mampu membuat sebuah sistem peralatan yang tidak dapat ditembus atau kunci datanya sangat kuat, maka bagaimana kita dapat menekan pornografi anak, bagaimana cara kami menyelesaikan atau menghentikan rencana teroris?" ujar Obama, dikutip dari Reuters, Sabtu (12/3).
“Dengan mengesampingkan kasus spesifik antara FBI dengan Apple, kami akan membuat beberapa keputusan terkait bagaimana kita akan dapat menyeimbangkan risiko terkait," kata Obama. (gen)