Bukannya bertanggung jawab, perusahaan pembongkaran rumah itu justru menunjukkan screenshot aplikasi Google Maps yang keliru menunjukkan koordinat rumah yang harus dibongkar sesuai jadwal.
Lihat juga:Uber Sediakan Rp1,3 Mililar untuk Hacker |
Sebagai korban, Diaz melayangkan tuntutan untuk memperbaiki rumahnya. Bersamaan dengan kejadian ini, ia juga meminta perbaikan atas beberapa rumah lain di sekitarnya yang mengalami kerusakan akibat tornado yang terjadi pada akhir Desember tahun lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Google Maps memang menunjukkan informasi yang salah untuk rumah yang bersangkutan," kata juru bicara Google kepada CNN Money.
"Masalah ini menjadi perhatian kami dan kini sudah diperbaiki." lanjut juru bicara Google.
Di sisi lain, Billy L. Nabors Demolition, perusahaan yang bertanggung jawab atas kerusakan rumah itu, nampaknya enggan mengurus kasus tersebut.
"Dia mengatakan perusahaannya meminta maaf atas kejadian ini dan akan lebih baik lagi ke depannya. Namun ia menyerahkan semuanya kepada asuransi dan ini mungkin akan menjadi hal yang tak menyenangkan," kata Diaz setelah ia menghubungi presiden direktur Billy L. Nabors Demolition. (den)