Menurut SensorTower, para pengguna iPhone di Amerika Serikat secara rata-rata menghabiskan sekitar US$35 atau sekitar Rp467 ribu untuk pembelian aplikasi. Analisis ini adalah untuk kurun waktu sepanjang 2015 kemarin.
Jika dipaparkan lebih rinci lagi, US$35 itu sebagian besar untuk pembelian aplikasi game sebanyak US$25 atau setara Rp334 ribu. Kemudian pengeluaran US$3,4 atau sekitar Rp45 ribu untuk musik dan US$1,8 atau Rp24 ribu untuk aplikasi media sosial.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengutip The Next Web, riset tersebut berdasarkan data dari 110 juta unit iPhone aktif dan dikalkulasikan berdasarkan Consumer Intelligence Researcg Partners (CIRP).
Sebelumnya pada tahun 2014 para pengembang aplikasi bersistem operasi iOS menghasilkan pendapatan lebih banyak ketimbang Hollywood yang memproduksi film-film box office, demikian laporan dari analis Apple ternama, Horace Dediu.
Menurutnya, bisnis aplikasi sedang menjadi sumber konten digital yang lebih besar ketimbang musik, program televisi, hingga pembelian dan penyewaan film.
Apple mengeluarkan uang sekitar US$ 25 miliar atau setara Rp 310 triliun untuk para pengembang. Hal tersebut mengindikasikan bahwa industri aplikasi Apple lebih sehat daripada Hollywood dan tingkat individu.
Tak hanya menciptakan pendapatan lebih subur dari Hollywood, App Store Apple juga membuka lapangan pekerjaan lebih banyak. Tercatat pekerja iOS di AS sebanyak 627 ribu orang, sedangkan industri Hollywood hanya berjumlah 374 ribu pekerja. (tyo)