Jika pengguna iOS menuju App Store dan mencari "Spotify", maka yang muncul di hasil pertama adalah sebuah aplikasi dengan ikon khas Spotify warna hijau. Namun namanya bukan "Spotify", melainkan "SFind Music Search for Spotify Premium".
Tak tanggung-tanggung, aplikasi itu dibanderol Rp75 ribu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sunita Kaur selaku Direktur Spotify untuk Asia. (CNN Indonesia/Hani Nur Fajrina) |
"Hari ini Spotify sudah diluncurkan untuk Indonesia, bisa didapatkan di perangkat Android dan iOS secara gratis. Namun pagi tadi kami menemukan ada aplikasi palsu yang muncul di App Store. Itu jelas bukan aplikasi kami," kata Direktur Spotify untuk Asia, Sunita Kaur.
"Jangan diunduh, Anda rugi Rp75 ribu nanti. Untuk saat ini bisa download aplikasi melalui situs web kami langsung," katanya lagi.
"Butuh waktu agar aplikasi kami muncul di peringkat teratas. Butuh proses dan bergantung dari jumlah unduh dan semoga kami bisa cepat bisa menyingkirkan si aplikasi palsu itu," tukas Kaur.
Spotify berasal dari Swedia dan dirilis pada Oktober 2008. Layanan itu dikembangkan sejak 2006 oleh Spotify AB di Stockholm, Swedia. Perusahaan itu didirikan Daniel Ek dan Martin Lorentzon.
Sejak Desember 2013, Spotify tersedia di Android, Blackberry, iOS, Linux, Microsoft, dan lainnya. Layanan itu muncul di Amerika Serikat sekitar tiga tahun lalu.
Pengguna Indonesia diberi kesempatan mencicipi versi premium secara gratis selama 7 hari. Jika berkenan, bisa lanjut menggunakan versi tersebut dengan biaya Rp49.990 per bulan dan menikmati layanan konten musik dalam kualitas audio 320kbps.
Pembayaran Spotify pun beragam, dari kartu kredit, internet banking, Doku Wallet, Alfamart, Lawson, hingga toko Dan+Dan.
(eno)
Sunita Kaur selaku Direktur Spotify untuk Asia. (CNN Indonesia/Hani Nur Fajrina)