Dengan angka tersebut, Pandi mencatat domain .id berhasil mengalahkan nama domain berakhir .sg yang dimiliki Singapura berjumlah 178.486.
“Apabila dibandingkan dengan jumlah pengguna internet Indonesia yang jauh lebih besar, angka ini memang relatif masih kecil. Namun setidaknya ini merupakan milestone baru bagi domain .id,” kata Ketua Pandi, Andi Budimansyah dalam pernyataan resmi yang diterima CNNIndonesia.com, Senin (4/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Andi mengungkapkan bahwa sebelum diluncurkan oleh Pandi pada 17 Agustus 2014, domain tersebut sudah diprediksi akan terus tumbuh dengan pesat seperti yang sudah dilakukan di berbagai negara.
Gencarnya promosi yang dilakukan oleh ke-12 penyedia atau registrar domain (apapun).id selama beberapa minggu terakhir juga dianggap mampu mempercepat pertumbuhannya.
Saat ini, jumlah domain (apapun).id mencapai angka 51.503 atau 27 persen dari total nama domain .id. Domain (apapun).id menempati posisi kedua di bawah domain co.id yang saat ini berjumlah 69.700.
Domain co.id sendiri sudah digunakan sejak 1994, 20 tahun sebelum domain (apapun).id dirilis.
Di sisi lain, Menkominfo rencananya akan memulai program satu juta nama domain .id pada April 2016. Dengan adanya program ini, Andi berharap bisa menambah pengguna nama domain .ID secara signifikan.
Melalui program tersebut, Menkominfo ingin menciptakan satu juta situs internet dengan domain .id dalam kurun waktu tiga tahun. Hal ini dilakukan dengan cara menyediakan dan menawarkan website siap pakai yang sudah terdaftar dengan domain .id kepada usaha kecil menengah, sekolah, pesantren, dan desa secara gratis selama setahun. (adt/eno)