Mengutip Cult of Mac, biaya produksi iPhone SE sekitar US$160 atau setara Rp2,1 juta. Laporan tersebut dipaparkan lembaga riset IHS asal Colorado, Amerika Serikat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara keseluruhan, seorang analis dari IHS Andres Rassweiler mengatakan, produksi iPhone SE merogoh kocek Apple dengan total US$170 untuk unit 64GB, atau setara Rp2,2 juta.
Bagian lain yang memakan biaya tambahan sudah termasuk chip baru yang ditemukan di iPhone 6, yaitu dari Qualcomm seharga US$15. Apple juga memiliki prosesor A9 yang menambah biaya US$22.
Secara keseluruhan, iPhone SE memang yang paling murah dibanding model iPhone lain. Untuk perbandingan, perakitan iPhone 5s menelan total biaya US$191, iPhone 5 sebesar US$168, dan komponen iPhone 6s Plus sekitar US$236.
Hadir pada 31 Maret 2016 di Amerika Serikat dan akhir Mei di 100 negara, iPhone SE ini akan dipatok dengan harga US$399 atau setara Rp5,2 juta untuk versi 16 GB dan versi 64 GB dibanderol US$499 atau Rp6,5 juta. Ada empat varian warna yang tersedia, Gold, Rose Gold, Space Gray dan Silver.
Diketahui prosesor A9 dan co-prosesor M9 membuat iPhone SE dijamin tak kalah kencang dengan iPhone 6 dan iPhone 6s.
"Kameranya juga tak kalah menawan karena hadir dengan resolusi 12 megapiksel iSight. Jangan lupa bahwa iPhone SE ini hadir dengan fitur Live Photo seperti yang ada di iPhone 6s," ucap Vice President Apple Greg Joswiak saat peluncuran produk di California, AS pada 21 Maret lalu. (tyo)