Hal ini membuat perseteruan antara FBI dan Apple terus berlanjut, karena FBI telah meminta perusahaan yang dipimpin oleh Tim Cook itu untuk membutuhkan akses keamanan iPhone 5s milik seorang pengedar narkoba.
Direktur FBI, James Comey menemukan bahwa alat yang yang disediakan oleh Cellebrite, perusahaan peranti lunak forensik mobile asal Israel, tidak berfungsi untuk membuka sistem keamanan iPhone 5s, iPhone 6, dan model di atasnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Alat Meretas iPhone ala FBI Dijual Bebas |
FBI mengklaim berhasil membobol iPhone 5c yang tergolong ponsel model lama dari Apple. iPhone 5c diperkenalkan pada tahun 2013 dan sejak itu telah dihentikan produksi juga penjualannya oleh Apple, agar mereka bisa menyediakan model yang lebih baru.
Di sisi lain, Apple juga meminta FBI untuk mengungkapkan bagaimana mereka bisa mengakses iPhone 5c milik Farook.
Lihat juga:Biar Aman, Percakapan WhatsApp Kini Diacak |
Permintaan FBI agar Apple membuka akses keamanan iPhone 5s milik pengedar narkoba telah diminta sebelum terjadi kasus penembakan di San Bernardino, California.
Dalam sengketa hukum antara Apple dan FBI, sekitar 40 perusahaan teknologi telah mendukung Apple karena alasan mendukung privasi pengguna.
Sementara itu, kasus ini memperlihatkan potensi perusahaan teknologi lain bisa bersengketa hukum dengan pemerintah suatu negara yang meminta pembukaan akses keamanan perangkat demi melanjutkan investigasi pada suatu kasus. (adt)