Dengan hadirnya sistem operasi versi 64-bit, ponsel bisa mendeteksi kapasitas RAM yang lebih besar dari 4 GB, menampung jumlah register yang lebih besar, memproses instruksi baru, mendukung lintas platform, konsumsi daya yang lebih rendah, dan masih banyak lagi.
Dukungan terhadap RAM 4 GB ke depannya diperlukan untuk bisa menjalankan aplikasi desktop pada perangkat mobile.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Continuum sendiri merupakan fitur yang memungkinkan pengguna untuk mengoperasikan Windows 10 Mobile pada mode tablet.
Sebelumnya, Microsoft memang sudah sempat meluncurkan Windows 10 Mobile versi 32-bit pada Maret 2016 lalu.
Padahal, di sisi lain, para produsen chipset mobile seperti Qualcomm dan MediaTek sudah menggunakan arsitektur yang mendukung penggunaan sistem operasi 64-bit.
Hal ini membuat chipset yang digunakan pada ponsel tidak bisa menghasilkan performa yang optimal pada sistem operasi berbasis 32-bit.
(eno)