Nokia mengumumkan rencananya untuk mengakuisisi perusahaan Withings yang memproduksi perangkat wearable yang bergerak di bidang kesehatan dan kebugaran Withings senilai US$191 juta atau setara Rp2,5 triliun.
Withings dilaporkan akan bergabung dengan Nokia Technologies sebagai mantan pemanufaktur ponsel pintar, yang kini sudah memperluas jangkauan menuju pasar Internet of Things di sektor kesehatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Presiden Nokia Technologies Ramzi Haidamus mengatakan, "Visi kami dan Withings untuk produk di sektor kesehatan digital masa depan sifatnya pintar, dirancang dengan baik, dan membantu hidup masyarakat lebih sehat."
Sebelumnya pada Februari kemarin, CEO Nokia Rajeev Suri dalam pameran dagang Mobile World Congress 2016 di Barcelona, Spanyol, sempat mengkonfirmasi bahwa ia maju dengan rencana untuk menjual ponsel pintar. Hanya saja tidak tahu kapan terealisasi.
"Kami tidak buru-buru, tak perlu juga terburu-buru," kata Suri seperti dikutip dari CNet. "Itu bisa terjadi di 2016, itu bisa terjadi nanti."
Dengan kata lain, ponsel pintar merek Nokia kemungkinan besar kembali hadir namun tidak ada kepastian waktu yang jelas.
Ketika ditanya apakah Nokia akan bermitra dengan Foxconn untuk melisensikan merek ponsel pintar, Suri berkata tidak tahu.
Nokia percaya masih memiliki potensi dalam dunia ponsel pintar, dan kemungkinan akan masuk ke pasar perangkat "premium". "Pengakuan merek masih sangat tinggi di semua pasar utama," kata Suri. "Kami pikir itu model bisnis yang baik."
(eno)