Transaksi E-commerce Indonesia di 2016 Ditaksir Rp394 Triliun

Hani Nur Fajrina , CNN Indonesia | Rabu, 27/04/2016 16:35 WIB
Transaksi E-commerce Indonesia di 2016 Ditaksir Rp394 Triliun Lazada salah satu pelaku e-commerce di Indonesia. CNN Indonesia/Safir Makki
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan nilai transaksi di industri e-commerce tahun ini yang ia harapkan. Prediksinya bisa dibilang cukup agresif.

"Kita berharap bisa sampai US$30 miliar (setara Rp394 triliun). E-commerce sungguh besar, luar biasa. Dan akan terus tumbuh," ucap Rudiantara saat jumpa pers di sela acara Indonesia E-Commerce Summit & Expo (IESE) yang digelar di ICE, Serpong, Tangerang Selatan, Rabu (27/4).

Ia melanjutkan, "kita lihat yang besar-besar, salah satunya airlines. Meski angkutan udara tapi dia sudah termasuk e-commerce. Orang beli tiket penerbangan sudah tinggal booking di situs online dan bayar saat itu juga. Selain itu ya sudah pasti goods dan service yang ditawarkan para pelaku."


Selain nilai transaksi yang ingin dicapai tahun 2016, ia juga menyatakan harapan nilai transaksi e-commerce pada 2020 mendatang.

"Kalau bisa kita sudah mencapai angka US$130 miliar 4 tahun lagi," katanya.

Jika dikalkulasikan, nilai transaksi yang diharapkan tersebut setara dengan Rp1.710 triliun.

Berbicara soal pertumbuhan e-commerce yang menjamur di Tanah Air, Presiden Joko Widodo yang hadir dalam pembukaan IESE juga mengungkapkan betapa besarnya dampak industri e-commerce.


Presiden yang biasa disapa Jokowi ini mengaku terkesima dengan ekosistem ekonomi digital di Silicon Valley, San Francisco, Amerika Serikat.

Dari situ, ia mengaku perlu berbenah di Indonesia agar cepat-cepat bergerak meningkatkan industri ekonomi digital agar tidak tertinggal.

"Saya membayangkan, kalau ini (industri e-commerce) diteruskan, nanti banyak mal yang tutup," ucapnya di tempat yang sama.

Ia menyambung, "semuanya sudah bisa dipesan secara online, diantar, buat apalagi pergi ke mal. Pemilik mal harus hati-hati, dunia mengalami perubahan yang sangat cepat."


Ia juga menekankan, usaha e-commerce yang terdiri dari startup dan UKM, harus menjadi wadah bagi para petani dan nelayan serta usaha mikro yang ingin menjual produknya.

Menurutnya, masyarakat dari kampung dan desa harus bisa disambungkan dengan aplikasi-aplikasi digital agar lebih memudahkan akses dan kesempatan penjualannya.