Dari hasil data yang dikeluarkan oleh IDC, Lenovo dan Xiaomi tak lagi menempati posisi keempat dan kelima. Keduanya kalah bersaing dengan Huawei, Oppo dan Vivo dari sisi pengiriman selama triwulan pertama itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal ini cukup mengejutkan mengingat Lenovo kini sudah mengakuisisi Motorola Mobility. Sementara Xiaomi telah diposisikan sebagai pendatang baru yang berhasil menggebrak pasar smartphone.
"Lenovo diuntungkan dengan harga jual rata-rata di bawah US$150 (sekitar Rp1,9 juta) di 2013, dan Xiaomi mengambil harga jual rata-rata di bawah US$200 (sekitar Rp2,6 juta) di tahun 2014 dan 2015," kata Melissa.
IDC juga mencatat bahwa ada faktor lain yang membuat posisi Lenovo dan Xiaomi menurun, yakni semakin matangnya pengetahuan konsumen pada sebelum membeli sebuah smartphone sehingga mereka akan mempertibangkan berbagai alternatif pilihan yang ada.
Berikut daftar pangsa pasar dan jumlah pengiriman ponsel pintar sepanjang kuartal pertama tahun 2016:
- Samsung: 81,9 juta unit (24.5 persen)
- Apple: 51.2 juta unit (15.3 persen)
- Huawei: 27.5 juta unit (8.2 persen)
- Oppo: 18.5 juta unit (5.5 persen)
- Vivo: 14.3 juta unit (4.3 persen)