Namun kini perusahaan antivirus Kaspersky sudah menemukan cara untuk membuka kembali dokumen yang disandera malware tersebut.
Fedor Sinitsyn, Senior Malware Analyst di Kaspersky Lab, mengembangkan sebuah alat dekripsi untuk membantu korban ransomware CryptXXX untuk mengembalikan file yang terenkripsi. Ransomware CryptXXX ini sangat berbahaya dan menargetkan perangkat Windows untuk mengunci file, menyalin data serta mencuri Bitcoins.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah tereksekusi, ransomware akan mengenkripsi sistem file yang terinfeksi dan menambahkan ekstensi .crypt untuk nama file. Korban kemudian diberitahu bahwa file mereka telah dienkripsi dengan bantuan RSA-4096 – sebuah algoritma enkripsi yang kuat - selanjutnya para penjahat ini menuntut uang tebusan dalam bentuk Bitcoins jika korban ingin mengembalikan data-data milik mereka.
Namun, dalam kasus CryptXXX dimana para penjahat siber meng-klaim penggunaan RSA-4096 ternyata hanya bualan saja, dan Kaspersky Lab mampu mengembangkan sebuah alat dekripsi yang saat ini sudah tersedia di situs web dukungan Kaspersky Lab.
Oleh karena itu korban yang terinfeksi ransomware CryptXXX tak perlu khawatir, karena masih ada kemungkinan untuk mendapatkan file mereka tanpa membayar uang tebusan.
Untuk mendekripsi file yang telah dienkripsi, utilitas dari Kaspersky Lab ini membutuhkan setidaknya satu file versi asli (tidak dienkripsi), yang telah terinfeksi oleh CryptXXX.
Pun begitu tetap saja pengguna diimbau untuk terus melakukan backup berkala untuk semua file yang dianggap penting.