Layaknya WhatsApp Web, ketika pertama kali digunakan, pengguna akan diminta untuk melakukan pemindaian barcode dengan menggunakan ponsel yang sudah terinstall aplikasi WhatsApp.
Ketika CNNIndonesia.com mencoba untuk menginstall aplikasi WhatsApp pada platform Windows 10, terlihat bahwa tak ada perbedaan tampilan antarmuka antara WhatsApp Web dengan aplikasi WhatsApp versi desktop.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
Pada menu View, terdapat lima opsi, yakni Zoom In, Actual Size, Zoom Out, Next Chat, dan Previous Chat. Dengan adanya opsi tersebut, pengguna bisa membesarkan atau mengecilkan seluruh ukuran teks yang tampil pada aplikasi WhatsApp. Sementara pada WhatsApp Web, hal ini bisa dilakukan dengan cara melakukan memperbesar atau memperkecil pada browser.
Dikarenakan berdiri sendiri (tidak bergantung pada browser), aplikasi WhatsApp versi desktop memungkinkan pengguna untuk mengakses sejumlah fungsi dengan cara menekan kombinasi tombol pada keyboard.
![]() |
Contohnya, pada saat ingin mengakses fungsi "New Chat", pengguna cukup menekan tombol Ctrl+N. Sementara pada WhatsApp versi web, kombinasi tombol Ctrl+N justru akan memunculkan jendela baru pada browser. Ini dikarenakan perintah tersebut adalah shortcut untuk mengakses fungsi "New Window" pada browser.
Tak hanya tampilan, fitur yang dimiliki oleh WhatsApp Web maupun aplikasi WhatsApp versi desktop pun tak ada bedanya. Pengguna masih bisa mengirim gambar, video, dan dokumen yang berformat PDF, DOC, DOCX, XLS, XLSX, PPT, dan PPTX.
Mana yang lebih baik antara versi Web dan aplikasi berbasis desktop? Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. WhatsApp Web jauh lebih praktis karena pengguna tak perlu mengunduh dan memasangnya, cukup mengakses URL web.whatsapp.com pada browser.
Sedangkan aplikasi WhatsApp berbasis desktop bisa terintergrasi lebih baik dengan sistem operasi yang digunakan karena terpasang langsung dan tidak melalui perantara browser untuk mengaksesnya.
(eno)

