Optimalkan Perangkat Mobile, VMware Hadirkan Horizon 7

Aqmal Maulana, CNN Indonesia | Jumat, 13/05/2016 14:45 WIB
Optimalkan Perangkat Mobile, VMware Hadirkan Horizon 7 Daren Meisa, Solutions Consultant VMware Indonesia (kiri) bersama Adi Rusli, Senior Director and Country Manager, VMware Indonesia (kanan)memaparkan soal keunggulan VMware Horizon 7 (dok. VMware)
Jakarta, CNN Indonesia -- VMware mengumumkan kehadiran layanan Horizon 7 yang ditujukan sebagai solusi virtualisasi desktop dan virtualisasi aplikasi untuk server berjenis on-premises (server fisik milik sendiri).

Berbeda dengan versi sebelumnya, pada versi ketujuh ini, VMware Horizon tak hanya dioptimalkan untuk penggunaan pada desktop PC, tetapi juga perangkat mobile.

"Akses aplikasi (dari server) bisa dari manapun, desktop tradisional, laptop, smartphone, dan smart device lainnya," kata Daren Meisa, Solution Consultant VMware Indonesia usai meluncurkan VMware Horizon 7.


Ia pun mengatakan bahwa meskipun desktop atau aplikasi diakses dari perangkat yang berbeda, Horizon 7 mampu menyajikan pengalaman yang sama bagi para penggunanya.

"Dimana pun saya bekerja, saya akan punya experience yang sama. Ketika saya bekerja di depan desktop PC pagi-pagi, lalu saya pergi ke kostumer jam 12, saya bisa buka portable device dan melanjutkan pekerjaan saya di tempat berbeda," lanjutnya.

Horizon merupakan salah satu layanan VMware untuk mewujudkan digital workspace, termasuk di dalamnya penyelenggaraan dan pengelolaan aplikasi virtual dan aplikasi desktop.

Pada versi barunya ini, VMware memberikan sejumlah fitur pada Horizon 7 seperti Just in Time Desktop, Blast Extreme Protocol, dan Smart Policy dengan teknologi Single Sign On (SSO).

Just in Time Desktop memungkinkan server untuk menyediakan sebuah desktop virtual hanya pada saat pengguna sedang mengaksesnya.

Setelah selesai diakses, desktop tersebut pun hilang. Hal ini dapat meningkatkan keamanan karena peretas hanya mungkin mengakses desktop saat pengguna sedang login.

"Pada model tradisional, sistem operasi di data center masih berjalan walaupun sudah melakukan logout. Pada saat seperti ini, peretas bisa menanamkan virus, trojan, ransomware dan berkembang di data center," katanya.

Sementara Blast Extreme Protocol merupakan protokol baru yang berbasis html sehingga lebih fleksibel karena bisa diakses dari browser yang ada di berbagai perangkat, seperti notebook, dekstop PC, smartphone dan smart system lainnya.

Sedangkan fitur Smart Policy dengan teknologi SSO memungkinkan pengguna untuk melakukan satu kali login untuk mengakses berbagai aplikasi yang ada di dalam desktop.

"Contohnya saat menggunakan aplikasi Salesforce, SAP, dan office 365, begitu masuk ke dalam portal, semua sudah bisa diakses tanpa harus login berulang kali," tutupnya.

(eno)


BACA JUGA