Program yang diberi nama "Satu tarif ke semua operator" ini mematok tarif telepon Rp 100 per 10 detik dan Rp 175 per SMS. XL mengatakan tarif ini berlaku secara nasional bagi pelanggan yang mengaktifkan kartu perdana baru mulai 9 Mei 2016.
Chief of Prepaid Business Officer XL, David Arselus Oses mengatakan, selama ini tarif lintas operator sering membuat pelanggan khawatir ketika hendak menelepon atau SMS karena lebih mahal ketimbang berkomunikasi dengan sesama jaringan XL.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Langkah ini diambil XL mendekati pengumuman dari pemerintah soal penurunan tarif interkoneksi, sebuah biaya yang harus dibayarkan operator jika ada pelanggan yang melakukan komunikasi lintas operator.
Biaya interkoneksi merupakan salah satu komponen dari tarif ritel, selain biaya produksi, promosi, dan margin keuntungan.
Lihat juga:Biaya Interkoneksi Jangan Dipukul Rata |
Besok rencananya Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara akan berdikusi dengan sejumlah operator seluler untuk membicarakan perubahan tarif interkoneksi ini. (adt)