Dalam rencana besar pemerataan akses komunikasi ini, pemerintah akan menggandeng pihak swasta yang telah berpengalaman mengoperasikan satelit.
"Dalam waktu dekat, kita akan mendiskusikan untuk menggarap satelit untuk men-deliver kemampuan fiber optik. Kalau Palapa Ring 'kan mencakup kota dan kabupaten, sedangkan untuk pulau kecil dan terluar belum terjangkau," kata Ismail, Direktur Telekomunikasi Khusus Kemkominfo, usai acara Seremoni Penunjukkan Mandated Lead Arranger untuk Pembiayaan Proyek Palapa Ring Paket Tengah, Selasa (24/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya diposisikan sebagai pendukung proyek Palapa Ring, nantinya proyek yang bernama satelit multifungsi ini juga akan digunakan untuk berbagai kebutuhan dari berbagai sektor, seperti pendidikan, kelautan, hingga pertanian.
Ismail memperkirakan satelit tersebut sudah bisa digunakan dalam beberapa tahun mendatang.
Kasubdit Pengembangan Infrastruktur Kemkominfo, Anang Latif, menyampaikan proyek ini bisa melibatkan perusahaan semacam Indosat atau Bank BRI yang bakal didukung pemerintah selama 15 tahun sesuai masa pakainya.
Setelah masa pakai satelit berakhir, maka berakhir pula kerja sama dan selanjutnya bisa beralih ke teknologi terbaru.
Palapa Ring merupakan proyek infrastruktur telekomunikasi berupa pembangunan serat optik di seluruh Indonesia sepanjang 36.000 kilometer. Proyek itu terdiri atas tujuh lingkar kecil serat optik (untuk wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Nusa Tenggara, Papua, Sulawesi, dan Maluku) dan satu backhaul untuk menghubungkan semuanya. Eksekusinya dibagi dalam tiga proyek wilayah, yaitu Paket Barat, Tengah, dan Timur. (adt)