Seperti diketahui bahwa saat ini Smartfren memiliki dua standar dalam teknologi 4G Long Term Evolution (LTE), yaitu time division duplex (TDD) yang berjalan di frekuensi 2300 MHz dan frequency division duplex (FDD) yang berjalan di 850 MHz.
Pada jaringan TDD Smartfren memiliki pita lebar 20+10 MHz dan di FDD 10 MHz. Namun menurut Munir Syahda Prabowo, VP Special Project Network seluruh potensi jaringan tersebut belum dimaksimalkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Teknologi tersebut bukan mimpi. Bahwa Smartfren mengaku saat ini sedang melakukan serangkaian tes agar bisa segera mengkomersilkan layanan tersebut. "Bulan depan harusnya sudah on," Munir melanjutkan.
Pun begitu Internet 214 Mbps itu tidak akan bisa dinikmati oleh semua pelanggan Smartfren karena keterbatasan perangkat. Di pasar satu-satunya ponsel yang sudah mendukung three carrier aggregation adalah LG G5, itu pun tidak dijual resmi di Indonesia.
"Handphonenya harus sudah LTE Cat.9, itu memang masih jarang. Tapi ke depannya saya yakin akan bertambah. Paling tidak jaringan kita harus sudah siap lebih dulu," pungkas Munir.
(eno)