Brand Manager Vivo Indonesia, Edy Kusuma mengakui bahwa ada kerjasama khusus dengan produsen film Hollywood agar produknya bisa tampil di film Captain America: Civil War. Namun ini bukanlah pertama kalinya.
"Memang secara Vivo global, kita ingin menunjukkan bahwa kita ini brand internasional. Kita sudah bekerjasama beberapa kali dengan hollywood movie, seperti The Martian dan Minion dan yang terbaru ini Civil War," katanya.
Edy juga menambahkan bahwa hal tersebut dilakukan agar merek ponsel Vivo bisa lebih dikenal oleh masyarakat luas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sayangnya, ia tidak bisa mengungkapkan berapa banyak uang yang dihabiskan untuk melakukan kerjasama agar ponselnya bisa tampil di film Captain America: Civil War.
Vivo V3Max. (CNN Indonesia/Aqmal Maulana) |
Diketahui, dari hasil data yang dikeluarkan oleh IDC, Lenovo dan Xiaomi tak lagi menempati posisi keempat dan kelima. Keduanya kalah bersaing dengan Huawei, Oppo dan Vivo dari sisi pengiriman selama kuartal pertama 2016.
Sepanjang kuartal pertama 2016, Huawei berhasil mengirimkan 27,5 juta unit. Diikuti oleh Oppo dengan 18,5 juta unit dan Vivo 14,3 juta unit. Sementara posisi pertama dan kedua masih ditempati oleh Samsung dan Apple dengan angka pengiriman masing-masing 81,9 juta unit dan 51,2 unit. (tyo)
Vivo V3Max. (CNN Indonesia/Aqmal Maulana)