Director Developer Experience & Evangelism Group Microsoft Indonesia Anthonius Henricus mengatakan, bahwa perusahaan kini tidak fokus pada pengembangan perangkat ponsel pintar Windows Phone, melainkan lebih meningkatkan pengembangan aplikasi yang membantu aktivitas para pengguna.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anthon memaparkan, layanan cloud mampu menampung segala data digital dan bisa diakses dari perangkat apapun dan dari platform apapun, yakni iOS, Android, dan tentunya Windows.
Sayangnya karena keterbatasan waktu, Anthon tidak sempat menambahkan beberapa hal lagi mengenai nasib Windows Phone untuk ke depannya akan seperti apa jika perusahaan lebih fokus pada pengembangan aplikasi atau peranti lunak.
Sebelumnya pada kuartal empat 2015, Microsoft menjual 4,5 juta unit ponsel Lumia, turun dari 10,5 juta pada kuartal empat 2014. Microsoft pun memprediksi penurunan penjualan ponselnya masih berlanjut sampai kuartal berikutnya.
Di sisi lain, sekadar diketahui baru-baru ini mencuat laporan mengenai rencana Microsoft global yang ingin mencoba mengatur strategi baru di bisnis ponsel pintar. Salah satunya adalah dengan merampingkan jumlah karyawan di bisnis ini.
Demi alasan sebagai bagian dari program merekonstruksi kembali bisnis ponsel perusahaan, Microsoft berencana memecat sekitar 1.350 karyawan di unit kantor yang berlokasi di Finlandia. Tak berhenti di situ, pemutusan hubungan kerja susulan akan berimbas pada 500 karyawan skala global. Kabarnya semua staf tersebut berada di divisi pengembangan perangkat keras (hardware).
Situs Windows Central mewartakan, Microsoft akan merombak segala kekurangan dengan merogoh kocek sebesar US$950 juta atau sekitar Rp12,9 triliun. Sedangkan US$200 jutanya akan dialokasikan untuk pesangon para karyawan yang terkena PHK. (tyo)