Peneliti antariksa dari Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (Lapan) Rhorom Priyatikanto mengatakan bahwa oposisi Mars sejatinya bisa dilihat di seantero Bumi kecuali di lintang tinggi dekat Kutub Utara.
"Mars akan berada di titik terdekatnya dengan Bumi mulai malam ini. Nanti tengah malam yang paling pas buat lihat," ujar Rhorom kepada CNN Indonesia melalui pesan teks, Senin (30/5).
Menurut Rhorom, jika ingin melihat bulatan Mars, disarankan menggunakan bantuan teleskop. Jika hanya mata telanjang, Mars hanya akan terlihat merah terang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hati-hati, ada dua titik merah di arah rasi Scorpius. Satu adalah Planet Mars, satunya lagi adalah bintang raksasa Antares. Untuk membedakannya, bintang Antares bakal tampak berkedip, sedangkan Mars tidak berkedip," lanjutnya.
Dari laporan Space.com, Mars akan mendekat ke Bumi pada 30 Mei ini pukul 21.00 waktu EDT. Namun jika berdasarkan waktu lokal di sini, peristiwa ini akan berlangsung pada pukul 8.00 WIB esok hari, 31 Mei 2016.
Selebihnya Planet Merah itu akan tetap dekat dengan Bumi selama sekitar 2 minggu di jarak 77,2 juta kilometer sampai 12 Juni mendatang.
(tyo)