Ponsel itu adalah Andromax E2+ dan Andromax A, keduanya masuk dalam kelas ekonomis yang sudah mendukung penuh jaringan 4G LTE Smartfren.
Andromax E2+ datang dengan memori internal 16 GB, RAM 2 GB dan chipset Snapdragon 212 yang dilengkapi prosesor quad-core Cortex-A7 berkecepatan 1,3 GHz dan GPU Adreno 304.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Smartfren andromax E2+. (CNN Indonesia/Aqmal Maulana) |
Berbeda dengan Andromax E2+, seri A lebih ditujukan untuk pengguna yang tak begitu mengejar spesifikasi tetapi ingin mempunyai ponsel 4G LTE.
Sukaca Purwokardjono, Head of Smartphone Smartfren. (CNN Indonesia/Aqmal Maulana) |
Sama seperti Andromax E2+, ponsel yang punya memori internal 8 GB ini juga menggunakan layar 4,5 inci beresolusi 854x480 pixel.
Dengan menggunakan chipset Snapdragon 210, Andromax A pun dilengkapi dengan fitur Sunlight Visibility Improvement (SVI).
"SVI tadinya hanya ada di ponsel mahal yang menggunakan seri Snapdragon 800. Tapi kali ini kita hadirkan di ponsel murah, karena Snapdragon 210 mendukung fitur tersebut," kata Sukaca.
Fitur SVI sendiri memungkinkan layar bisa tetap terang ketika digunakan di bawah cahaya matahari.
Layaknya Andromax E2+, Andromax A punya kamera depan dan belakang 5 MP. Hanya saja, hanya kamera belakang yang dilengkapi lampu flash.
Andromax E2+ dan Andromax A masing-masing dijual seharga Rp1.199.000 dan Rp649 ribu. Keduanya menggunakan sistem operasi Lollipop 5.1.
(eno)
Smartfren andromax E2+. (CNN Indonesia/Aqmal Maulana)
Sukaca Purwokardjono, Head of Smartphone Smartfren. (CNN Indonesia/Aqmal Maulana)