Musk yang mendirikan perusahaan perakit wahana antariksa Space Exploration Technologies Corporation (SpaceX) ini berencana mengirim roket buatannya pada 2018, lalu disusul oleh perpindahan manusia pada 2025.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia melanjutkan, "jadi nanti pemungutan suara yang dilakukan orang-orang akan secara langsung pada isu. Itu akan lebih baik karena potensi korupsi akan berkurang jika dilakukan secara langsung ketimbang pakai sistem demokrasi perwakilan (DPR)."
"Sepertinya saya akan merekomendasikan sejumlah penyesuaian untuk kelemahan hukum agar lebih bijaksana. Harusnya lebih mudah untuk menyingkirkan aturan yang tidak berfungsi," imbuhnya.
Musk memang terlihat sangat antusias terhadap kehidupan baru di luar Bumi. Baginya, Mars adalah pilihan yang tidak buruk sebagai tempat untuk mati kelak.
Diketahui peluncuran pesawat antariksa nirawak Dragon hasil rakitan SpaceX yang direncanakan pada 2018 merupakan hasil kerjasama dengan NASA. Badan antariksa AS itu akan berperan dalam dukungan hal teknis proses peluncuran.
(tyo)