Melalui aplikasi tersebut, pengguna bisa melihat berbagai informasi melalui ponsel, membuka pintu, menyalakan AC dan menentukkan lamanya waktu untuk mengisi ulang baterai.
Namun sayangnya, Mitsubishi membuat mobil berbasis plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) ini untuk memancarkan sinyal Wi-Fi agar aplikasi mobile yang terpasang pada ponsel bisa saling terkoneksi. Ini membuatnya rentan untuk diretas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah itu, mereka pun mencoba untuk menjalankan sejumlah fungsi, seperti mengaktifkan climate control system, mengubah jadwal pengisian baterai, dan menonaktifkan sistem anti maling sehingga mobil menjadi lebih mudah untuk dicuri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(eno)