Peretas asal Russia yang menggunakan nama samaran Tessa88 mengklaim telah membobol data informasi puluhan juta akun Twitter, termasuk alamat email dan password pengguna.
Dari laporan situs ZDNet, Tessa88 berhasil meretas sebanyak 379 juta akun, namun pada Rabu (7/6) LeakedSource mengklaim bahwa jumlah yang benar adalah sekitar 32 juta akun.
Lihat juga:Akun Media Sosial Mark Zuckerberg Diretas? |
Tessa88 menjual database hasil peretasannya itu sebesar 10 bitcoin, atau sekitar US$5.810 atau setara Rp77 juta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun kepada situs Motherboard, hacker ini menyebut dirinya "Peace" dan mengatakan berhasil membobol 117 juta akun LinkedIn dan menjualnya seharga 5 bitcoin, atau sekitar Rp29,6 juta.
Ia juga mengkonfirmasi bahwa ratusan juta akun yang sudah diretas tersebut adalah akumulasi dari tahun 2012.
Diketahui pada periode tersebut, setidaknya ada lebih dari 6 juta akun jejaring sosial profesional yang berhasil dijebol. (tyo)