Dalam sebuah laporan akademik yang dibuat tim peneliti DeepMind, perusahaan ini mengakui butuh suatu pengendalian agar kecerdasan buatan tetap dalam kontrol manusia. Para ahli dari DeepMind ini menyebut teknologi penangkal kecerdasan buatan itu dengan istilah "tombol merah."
Laporan tersebut ditulis oleh Laurent Orseau dan Stuart Armstrong dari Future of Humanity Institute di University of Oxford, Inggris.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Google dan Facebook merupakan dua perusahaan yang serius dan menaruh investasi besar dalam mengembangkan teknologi kecerdasan buatan.
Selain DeepMind, Google juga memiliki anak usaha Boston Dynamics yang mengembangkan kecerdasan buatan pada robot yang bisa bergerak secara dinamis.
Terkait semakin banyaknya perusahaan yang membangun teknologi cerdas ini, Elon Musk selaku pendiri sekaligus CEO dari Tesla Motors dan SpaceX, mengungkapkan kekhawatirannya pada pemanfaatan peranti lunak kecerdasan buatan yang dioperasikan tanpa kontrol ketat manusia. Tetapi, ia mengaku khawatir hanya pada satu perusahaan.
Musk bersikeras merahasiakan dan tidak mau menyebut perusahaan yang ia khawatirkan itu. Akan tetapi, banyak pihak yang menduga perusahaan itu adalah Google.
(adt)