Menyasar kaum pekerja profesional, tentu adalah keniscayaan. Microsoft punya peranti lunak Word dan Powerpoint yang sudah lumrah dipakai untuk bekerja, sementara LinkedIn memiliki 433 juta jaringan profesional. Sudah tentu ini menjadi kombinasi untuk mengaktifkan dari sisi penjualan, pemasaran dan lain sebagainya dalam satu ekosistem.
"LinkedIn dan Microsoft benar-benar berbagi misi. Membantu orang bekerja lebih efisien," ujar CEO Microsoft Satya Nadella, seperti dikutip dari Reuters.
Lihat juga:Microsoft Akuisisi LinkedIn Rp 349 Triliun |
"Dan tidak ada cara yang lebih baik dari itu untuk mewujudkan misi itu dengan menghubungkan profesional di dunia, tambahnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kesepakatan tertuang, Microsoft tetap mempertahankan merek dan sejumlah karyawan LinkedIn. Jeff Weiner tetap menjadi CEO LinkedIn, namun secara struktur di bawah langsung CEO Microsoft Satya Nadella.
LinkedIn sendiri dibangun pada tahun 2002 dan diperkenalkan setahun kemudian oleh Reid Hoffman. Perusahaan mengeruk uang dari pemburu kerja dan perekrut karyawan yang rela membayar uang bulanan. Dari sana, LinkedIn mendapatkan keuntungan US$ 3 miliar per tahun.
"Selama 13 tahun terakhir, kami telah diposisikan secara unik untuk menghubungkan para profesional untuk membuat mereka lebih produktif dan sukses, dan saya melihat ke depan untuk memimpin tim kami melalui bab berikutnya dari cerita kita bersama Microsoft," kata Jeff Weiner. (tyo)