Para ahli astronomi akhirnya meneliti lebih lanjut soal spot itu. Mereka berkata itu merupakan pusaran gelap yang berada di atmosfer Neptunus. Besar pusaran itu disamakan dengan luas negara Amerika Serikat.
Sejauh ini para ahli menduga pusaran gelap itu sebagai sistem tekanan tinggi yang biasanya disertai dengan "awan pengikut" berwarna terang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Awan yang bentuknya menyerupai panekuk itu terbentuk ketika aliran udara dialihkan ke arah atas pusaran itu, yang menyebabkan muatan gas cenderung membeku menjadi kristal es metana.
Ia melanjutkan, "awan pengikutnya pun mirip dengan awan orografis yang sering muncul dalam bentuk panekuk yang menghiasi di atas puncak gunung di planet Bumi."
Lihat juga:Misteri Kandungan Air di Bulan Terungkap |
Pusaran gelap Neptunus biasanya hanya bisa terlihat dengan panjang gelombang warna biru, dan hanya Hubble yang diklaim memiliki resolusi tinggi agar bisa mendeteksinya dari jarak jauh.
Tim astronom berharap bisa meneliti lebih dalam lagi mengenai asal-usul pusaran gelap. Mereka akan meneliti mengenai aliran dan pergerakannya, serta tentang cara interaksinya dengan lingkungan sekitar.
Para ahli menganggap, pusaran gelap Neptunus nantinya bisa memberi petunjuk mengenai perbandingan dengan sistem cuaca tekanan tinggi di Jupiter.