Oleh karenanya, produsen gadget asal China itu pun berencana untuk membuka 1.000 toko offline yang akan dibangun dalam tiga hingga empat tahun ke depan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Xiaomi diketahui sudah cukup banyak merilis perangkat elektronik selain smartphone. Beberapa di antaranya adalah smartband, televisi, action camera, drone, bahkan sepeda pintar.
Bisa jadi, ini merupakan langkah Xiaomi untuk memperbaiki keadaan perusahaannya. Belakangan ini, Xiaomi memang mengalami penurunan angka penjualan. Di sisi lain, kompetisi dengan berbagai saingannya seperti Huawei juga semakin ketat.
"Ketika saya mendirikan Xiaomi pada tahun 2010, aku tahu persis bahwa akan membutuhkan 15 tahun agar Xiaomi bisa go public. Ini dikarenakan model bisnis perusahaan yang terlalu rumit. Di sisi lain, konsumen juga perlu waktu untuk menumbuhkan keyakinan pada produk kami," kata Lei. (tyo)