Berbicara di stasiun TV domestik negaranya Channel 2, Erdan mengklaim bahwa Zuckerberg tidak melakukan cukup untuk mencegah hasutan terhadap Israel pada platform-nya.
"Facebook hari ini adalah sebuah keajaiban dengan membawa revolusi positif kepada dunia, Sayangnya ketika munculnya ISIS dan gelombang teror, raksasa ini berubah menjadi monster," kata Erdan.
Dia menambahkan," Facebook juga menyabotase kerja kepolisian karena saat kepolisian mendekati mereka, Facebook tidak kooperatif," ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Israel telah mengeluarkan pernyataan serupa di masa lalu, menargetkan orang-orang seperti Facebook, YouTube, dan Twitter sebagai outlet digunakan untuk mendorong serangan terhadap warganya.
Diketahui, sejak Oktober, Israel telah membunuh 201 warga Palestina. Sedangkan Palestina sudah membunuh 43 warga Israel dan dua warga negara Amerika yang tengah berkunjung.
(tyo)