Tiangong-1 meluncur dari Bumi pada 2011 silam dan mengorbit di antariksa. Rencananya, badan antariksa China memang akan membawa Tiangong-1 turun dari angkasa menuju lautan di Bumi agar bisa hancur di sana.
Namun selintingan kabar yang bermula dari pengamat satelit amatir Thomas Dorman menyatakan, bahwa sebetulnya China sendiri sudah kehilangan kendali terhadap Tiangong-1.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih rinci, Dorman menjelaskan jika Tiangong-1 perlahan turun dari orbitnya dan masuk kembali ke atmosfer Bumi, stasiun antariksa itu bakal meledak dan hancur menjadi serpihan logam cair karena mengalami panas dari gesekan atmosfer.
Hingga saat ini otoritas pemerintah China masih bungkam menyoal operasi Tiangong-1.
Tiangong-1 yang memiliki arti Heavenly Palace atau Istana Surgawi awalnya bertujuan menjadi langkah pertama menuju terbentuknya ruang antariksa yang lebih luas di orbit Bumi pada 2020.
Namun badan antariksa China selama ini dikabarkan sedang memperbarui stasiun antariksa Tiangong-3 dan rencananya siap diluncurkan ke luar angkasa pada 2022 mendatang. (adt)