Menyasar 1.000 responden di Indonesia, Accenture memaparkan bahwa 99 persen mengaku menggunakan aplikasi mobile untuk berkomunikasi dengan orang lain.
Tak berbeda jauh dengan kalkulasi global yang dilakukan di 27 negara maju dan berkembang lainnya, yakni 87 persen.
"Hal ini tentu saja didukung oleh penetrasi kuat dari ponsel pintar yang telah dimiliki oleh 86 persen responden, naik 9 persen dari 2014," ucap Managing Director Communication, Media, and Technology Lead Accenture Indonesia Wong Tjin Tak kepada sejumlah media.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Istilah screenager sendiri memliki arti orang yang memiliki perangkat pintar lebih dari satu di kehidupan sehari-harinya.
Lihat juga:Pokemon Go 'Sejahterakan' Perangkat Mobile |
Accenture memaparkan, pada 2016 ini ada sebanyak 34 persen responden yang memiliki ponsel pintar, tablet, dan laptop/dekstop. Dibandingkan 2015, angka tersebut naik dari 31 persen.
"Kami melihat kehadiran TV pintar akan digemari juga. Banyak yang nonton Netflix pakai itu, anak-anak juga lebih suka Youtube-an pakai TV pintar," tukas Wong.
Tercatat ada 82 persen responden mengaku menonton film dan serial televisi melalui situs online secara berkala, serta 80 persennya bermain game online.
Menurut Managing Director Digital Accenture ASEAN Mohammed Sirajuddeen, sejatinya masa depan game online berada di perangkat mobile. Butuh waktu lima sampai 10 tahun bagi perangkat desktop untuk digantikan oleh mobile device.
Ini berarti bukan tidak mungkin apabila perangkat mobile menjadi sebuah keniscayaan bagi game online di masa depan ketimbang desktop.
(tyo)