Konten clickbait biasanya memakai judul atau kalimat pengantar yang mengundang rasa penasaran, menyembunyikan informasi, menyesatkan, dan seakan memaksa orang untuk mengklik sebuah tautan.
Facebook telah menerima banya laporan dari penggunanya soal konten clickbait ini dan akhirnya memutuskan segera bertindak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wakil Presiden Manajemen Produk Facebook, Adam Mosseri mengatakan, algoritma jejaring sosial ini akan melakukan identifikasi dan klasifikasi konten clickbait. Ia kemudian menentukan halaman atau domain situs web yang banyak mempublikasikan konten clickbait dalam jumat besar.
“Kami mencoba untuk menjadi sangat konkret atas apa yang kami identifikasikan sebagai clickbait,” kata Mosseri seperti dikutip dari Reuters.
Facebook berkata upaya menekan jumlah konten clickbait ini mirip seperti cara filter email sampah (spam). Sistem Facebook juga akan mendeteksi konten yang membesar-besarkan isi sebuah berita.
Facebook terus berusaha menjadikan jejaring sosialnya sebagai tempat berkomunikasi dan menemukan berbagai hal yang bermanfaat bagi 1,7 miliar pengguna aktifnya. (adt)