Ide liar terbaru dari Hanke untuk Pokemon Go, adalah membuat lensa kontak pintar yang terintegrasi penuh dengan koneksi internet untuk dimanfaatkan mencari monster-monster Pokemon.
Lensa kontak tersebut, dijelaskan Hanke, akan memungkinkan para pemain melihat monster Pokemon virtual di dunia nyata tanpa antarmuka (interface) perangkat mobile.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nintendo, sebagai perusahaan yang memiliki saham 30 persen di The Pokemon Company, saat ini sedang mengembangkan gelang pintar untuk game Pokemon Go yang rencananya rilis pada September mendatang.
Ide Hanke tak cuma ingin menyeret kaki gamer keluar rumah untuk memburu Pokemon, namun juga mengarahkan tujuan mereka.
"Misalnya taman yang terletak di dekat rumah Anda. Setiap hari Anda lewat situ dan tidak pernah mampir. Apa yang akan terjadi jika orang-orang bermain di sana? Apakah bakal membaik? Mungkinkah orang-orang sukarela membersihkannya, setidaknya setahun sekali?" ucap Hanke, mengutip Los Angeles Times.
Selama ini Pokemon Go memang membuat ruang publik seperti taman kota hingga restoran besar dikunjungi para gamer untuk menangkap monster saku yang tersebar di sana.
Beberapa tempat publik itu dijadikan tempat untuk mengumpulkan peralatan berburu atau Pokestop dan Pokegym untuk tempat bertarung para monster.
Pokemon Go secara resmi hadir dan bisa diunduh melalui Google Play Store dan App Store Indonesia pada Sabtu (6/8). Sebelumnya, sebagian besar pemburu Pokemon di Indonesia menggunakan akun Amerika Serikat untuk mengunduh Pokemon Go di Apple App Store atau mencari file .APK di luar Google Play Store untuk pengguna Android. (adt)