CEO Ural Indonesia Michael Sofyan mengatakan, motor ini cukup unik karena proses kerjasama yang bisa dibilang politis. Hubungan baik Indonesia-Rusia di era Presiden Joko Widodo dan Vladimir Putin membuat lobi untuk mendatangkan Ural menjadi lebih mudah.
"Hubungan baik dengan Rusia belakangan ini sangat berpengaruh dengan datangnya Ural di Indonesia," kata Michael di ajang GIIAS 2016, Jumat (12/8).
Mengusung konsep sespan legendaris, Ural mempertahankan motor khas Perang Dunia II Rusia dengan kapasitas mesin 750cc. (CNN Indonesia/Hafidz Mukti Ahmad) |
Ural hingga kini, kata Michael adalah perusahaan motor milik pemerintah Rusia dan mewajibkan seluruh pegawai pemerintah jika ingin memiliki motor untuk membeli Ural. Namun, seiring keterbukaan Rusia, kini Ural dilengkapi teknologi juga kombinasi dari barang-barang di luar negara beruang merah itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan kapasitas dapur pacu 750cc, Ural masuk dalam segmen motor besar bermesin boxer OHV Air Cooled 2 cylinder 4 stroke dengan injeksi bahan bakar dan berat total tidak mencapai 400 kilogram.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan harga pameran mulai dari Rp325 juta hingga Rp405 juta, Ural cocok bagi mereka yang ingin merasakan bagaimana replika sebuah motor warisan Perang Dunia II. Pasalnya Ural tidak mengubah sedikitpun ciri khas mereka sebagai sebuah motor militer, kecuali suspensi, rem dan mesin.
"Ini replika Ural sejak 1940, dan tidak ada yang berubah kecuali mesin, suspensi dan dalaman yang lainnya. Sisanya semua sama. Speedometer kami masih analog, termasuk lampu-lampu sign. Semua plat dari baja."
Ural dilepas dengan mahar tidak kurang dari Rp325 juta khusus selama GIIAS 2016. (CNN Indonesia/Hafizd Mukti) |
Menilik sejarah Ural sangat terkait dengan Pasukan Timur Terdepan selama Perang Dunia II. Pemerintah Soviet mempersiapkan segala kemungkinan termasuk membuat motor untuk mencegah infasi Nazi di Jerman.
Uni Soviet mengacu pada teknik motor BMW R71 dengan sespan dan Ural meluncurkan seri pertama mereka M-72 di 1941 dengan lokasi pabrik di Moskow, Leningrad dan Kharkov, namun semuanya diserang oleh Nazi dan fasilitas dipindahkan ke Irbit hingga sekarang, dan ke Gorkiy yang sekarang disebut Nizhny Novgorod.
Model berikutnya adalah Soviet Dpner motor yang sekarang dibawah kepemilikan Ukraina. Keduanya, Ural dan Dpner dikenal sebagai Cossack Motor yang digunakan dalam kurun 1973 dan 1979 oleh SASTRA di Inggris Raya. Berkembangnya Ural karena adanya permintaan dari negara-negara komunis pada saat itu, seperti China yang memiliki hubungan baik hingga sekarang dengan Rusia. Indonesia pun saat ini berpegang pada hubungan baik Indonesia dengan Rusia di masa lalu dan era saat ini antara Jokowi-Putin. (pit)

Ural dilepas dengan mahar tidak kurang dari Rp325 juta khusus selama GIIAS 2016. (CNN Indonesia/Hafizd Mukti)