Mobil macam ini direncanakan Ford untuk dipakai sebagai kendaraan berbagi tumpangan, dan untuk merealisasikannya Ford akan bekerjasama dengan sejumlah startup yang fokus mengembangkan teknologi mobil pintar.
Startup itu antara lain adalah Velodyne yang membuat sensor LIDAR, lalu mengakuisisi SAIPS asal Israel yang komputer dan peranti lunak kecerdasan buatan, lalu melakukan perjanjian lisensi dengan Nirenberg Neuroscience yang membuat "retina virtual", dan berinvestasi di perusahaan peta digital Civil Maps.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Singapura Bakal Punya Taksi Tanpa Sopir |
Ford berkata perusahaan tak berada dalam usaha menunjukkan kendaraan, atau bahkan berbicara tentang bakal seperti apa bentuk kendaraan itu. Sebaliknya, mereka akan fokus untuk mendapatkan peranti keras dan peranti lunak yang siap untuk mobil yang bisa berjalan otomatis tanpa kendali sopir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami berdiri di belakang produk kami. Kami membayangkan sebuah layanan perjalanan masa depan yang memiliki kendaraan di dalamnya, di mana kami adalah penyedia teknis dan layanan, juga menyediakan layanan ke konsumen," kata kata Ken Washington, VP of Research and Advanced Engineering Ford, seperti dikutip dari The Verge.
Kendaraan seperti ini disebut Washington bakal lebih mahal dari kendaraan pada umumnya karena telah ditambahkan sensor dan komputasi canggih.
Selama lima tahun ke depan, selain bekerja mengembangkan peranti keras dan lunak, Ford dan para pemain industri akan mendorong pemerintah untuk menentukan regulasi agar memungkinkan kehadiran mobil pintar di jalan raya.
Ford, Google, dan Uber, telah bergabung dalam sebuah kelompok untuk melakukan lobi ke pemerintah demi kehadiran mobil pintar.
Google telah membangun mobil mini yang tak dibekali setir, yang sampai saat ini masih dalam tahap pengembangan juga uji coba.
Sementara Uber telah menaruh investasi besar untuk mengembangkan mobil otonom yang turut diteliti oleh para ahli di Carnegie Mellon University. (adt)