Program ini memungkinkan Samsung memperbarui ponsel rusak yang dikembalikan oleh konsumen, lalu dijual kembali ke pasar dengan harga lebih murah.
Ponsel refurbished biasanya memang dijual lebih murah, tetapi sejauh ini sumber Reuters tidak menyebut nominal persentase potongan harga yang diberikan Samsung. Ia juga tak menyebut negara yang akan menerima program ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menjual produk refurbished untuk seri andalan seperti Galaxy S7 atau Galaxy Note 7 bisa membuat konsumen membeli produk lebih murah, dan memguntungkan bagi Samsung karena perusahaan mendapat tambahan pendapatan.
Hal ini juga sejalan dengan upaya Samsung mendorong efisiensi biaya dan menjaga margin operasi di atas 10 persen, menurut laporan Reuters.
Juru bicara Samsung berkata kepada The Verge, bahwa perusahaan "tidak mengomentari rumor atau spekulasi."
Menurut laporan BNP Paribas, produk ponsel Samsung di pasar Amerika Serikat memiliki nilai jual kembali sekitar 51 persen dari harga asli setelah sekitar setahun peluncurannya. Sementara nilai jual kembali Apple iPhone lebih tinggi, sekitar 69 persen. (adt)