Dalam sebuah langkah yang tidak terprediksi, VW telah menghentikan model ikonik VW Golf Hatchback di enam pabrik di Jerman, termasuk di pabrik pusat di Wolfsburg dan memotong jam kerja 28 ribu karyawan.
VW dihadapkan pada penolakan dua pemasok yang mengambil langah sepihak untuk menolak pengiriman suku cadang di tengah-tengah produksi. Kejadian itu memicu perselisihan kontrak yang membuat VW masuk dalam krisis baru setelah skandal 'Dieselgate' emisi musim gugur tahun ini. Derita VW berlanjut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Apa yang Membuat Sebuah Mobil 'Sexy'? |
Beberapa karyawan menyatakan bahwa pabrikan mulai memberikan fleksibilitas dan pemangkasan jam kerja serta beberapa pengembangan teknologi tidak untuk dijual. "VW masih mencoba untuk melakukan kesepakatan ulang dengan pemasok."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kontrak yang besar dengan Car Trim untuk menyediakan bungkus kulit jok VW ditarik lebih awal tahun ini. Keduanya protes setelah VW menolak melakukan diskusi terkait kompensasi pembatalan kontrak. Car Trim meminta kompensasi 50 juta Euro untuk pembatalan tersebut.
VW memiliki sumber daya yang sangat besar, termasuk dukungan dari pemerintah di wilayah bagian Lower Saxony, yang merupakan pemegang saham mayoritas.
Stephan Weil, perdana menteri di wilayah Lower Saxony mengatakan penyelesaian damai menjadi harapan, namun hal itu tidak mungkin, maka tindakan koersif harus dilakukan.
VW mengancam akan membawa pemasok ke pengadilan dan meminta melanjutkan pengiriman suku cadang. Namun para pemasok tidak peduli dan menolak mentah-mentah renegosiasi.
Kasus ini membuka tabir kemungkinan adanya kasus serupa dari para pembuat mobil atas perlakuan terhadap pemasok kecil. VW harus menghadapi kritik ini dan mengakui mereka rentan jika tidak ada dukungan para pemasok kecil. (pit)