Pendiri Facebook tersebut mengabarkan kecerdasan buatan (AI (Artificial Intelligence/AI) yang ia program berhasil membuka gerbang rumahnya dengan pemindaian wajah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada Senin (29/08) lalu, Zuckerberg menyampaikan harapannya untuk mendemonstrasikan Jarvis gubahannya pada bulan depan.
Teknologi kecerdasan buatan yang bisa memenuhi perintah disebut Zuckerberg sebagai tantangan pribadi pada 2016 guna membantu urusan pribadi terlebih dahulu, namun tak menutup kemungkinan akan berguna pula untuk Facebook.
Di awal proyek ini, Zuckerberg menyampaikan keinginannya untuk memiliki asisten seperti Jarvis yang dapat membuatnya mengendalikan musik, cahaya, dan temperatur rumahnya dengan suaranya. Ia juga ingin asisten tersebut bisa memberitahukan keadaan kamar putrinya saat terjadi sesuatu yang memerlukan perhatiannya.
Selama di Italia pekan lalu, Zuckerberg menyampaikan duka akibat gempa berkekuatan 6,2 skala richter yang meratakan kota Amatrice dengan tanah.
"Saya mendengar kabar gempa itu, saya merasa sangat sedih. Reaksi pertama kami (Facebook) adalah melakukan apa pun yang kami bisa untuk membantu," ujar Zuckerberg.
Bantuan Facebook tersebut tercermin dari aktivasi fitur Safety Check oleh Facebook agar pengguna di area bencana bisa mengabari keluarga dan teman mereka di luar sana. Facebook juga memberikan spot iklan senilai setengah juta euro untuk mengumpulkan relawan dan persediaan logistik.
Beberapa hari sebelumnya Zuckerberg mengunjungi Perdana Menteri Italia Matteo Renzi dan Paus Fransiskus. Kepada Paus, ia memberikan sebuah drone buatan Facebook.
Sebelum mengakhiri kunjungan di Italia, Zuckerberg menghadiri pernikahan CEO Spotify Daniel Ek di Danau Como yang ia gambarkan sebagai teman baik. (adt)