Dengan berat 63 gram, jam tangan hasil desain Yvan Arpa tampil lebih konvensional ketimbang seri-seri sebelumnya. Gear S3 meninggalkan kesan over futuristik dan lebih menyerupai jam tangan mewah konvensional.
Kesan elegan dari jam tangan ini semakin kukuh dengan bingkai bezel di lingkaran muka S3. Tak hanya sekadar untuk tampilan, bingkai bezel tadi berfungsi sebagai pengatur tampilan antarmuka yang diinginkan dan memilih aplikasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fitur baru yang perlu disambut adalah mikrofon. Itu artinya Samsung mengembalikan kemampuan sambungan telepon di seri ini setelah menariknya di edisi S2.
Keunggulan lain yang perlu diperhatikan dari Gear S3 adalah aplikasi Spotify yang tertanam di jam ini. Kelak pemilik jam ini hanya perlu koneksi WiFi atau LTE untuk memutar musik tanpa henti.
Samsung Gear S3 memiliki dua model yaitu Classic dan Frontier. Model Classic yang elegan cocok untuk mereka yang menyukai penampilan eksekutif. Pada model Frontier, Samsung menggambarkan kesan lebih sporty.
Gear S3 masih beroperasi dengan sistem operasi Tizen yang bisa dihubungkan ke ponsel pintar Android. Namun, untuk iOS belum ada kabar mengenai kompatibilitas serupa.
Didukung prosesor Exynos 7270 1.0 GHz dual-core, Gear S3 memiliki fitur-fitur tambahan yang tak kalah penting, seperti: GPS; anti air, debu, panas/dingin; serta kapasitas penyimpanan hingga 4GB.
Untuk mendapatkan jam tangan canggih ini, konsumen masih perlu menunggu lebih lama. Sampai saat ini Samsung belum merilis harga maupun tanggal ketersediaan Gear S3. (adt)