Menurut laporan FOX 13 News yang dikutip dari Gizmodo, nyala api bermula ketika Nathan baru kembali ke rumah setelah pergi belanja bersama keluarganya. Dornacher yang meninggalkan ponselnya di mobil masuk ke dalam rumah melakukan sesuatu. Namun saat dia menyuruh putri dan anjing peliharaannya kembali ke mobil, ia menemukan keganjilan di mobilnya.
Meski pemadam kebakaran dapat memusnahkan api, tapi tetap saja terlambat bagi Jeep milik Dornacher yang hangus total. Dornacher menceritakan insiden kebakaran tersebut beserta sejumlah foto yang menangkap kejadian dalam akun Facebook miliknya:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dornacher sendiri belum begitu yakin ponselnya sebagai penyebab kebakaran ini. Namun menurutnya semua petunjuk mengarah ke sana. Ia juga mengeluhkan respon Samsung yang tak banyak membantu.
Dalam catatannya di Reddit, sang pemilik ponsel menceritakan Galaxy Note 7 miliknya meledak dalam keadaan mengisi baterai saat ia sedang tidur. Ia segera memadamkan api yang muncul dengan seprai dan karpet. Satu jarinya sedikit terbakar saat mencoba memadamkan api.
Dua insiden tersebut menjadi preseden yang memperparah perjalanan Samsung Galaxy Note 7 sejak ditemukannya 35 kasus baterai meledak di berbagai tempat. Kerusakan tersebut memaksa Samsung menarik semua produk barunya dari pasar sejak pekan lalu.
"Merespon beberapa kasus dari Galaxy Note 7 yang terlapor, penyelidikan menyeluruh kami menunjukkan terdapat masalah baterai," ujar pernyataan resmi Samsung.
Meski tergolong sebagai kasus yang jarang ditemui, pihak perusahaan mencatat sejauh ini sudah ada 35 laporan dari 2,5 juta ponsel yang telah diproduksi. Biasanya, kasus kegagalan baterai terjadi 1 dibanding puluhan juta unit.
Sebagai informasi, mayoritas ponsel pintar saat ini termasuk Galaxy Note 7, menggunakan baterai isi ulang jenis lithium-ion (Li-ion). Yang menjadikan baterai rentan terbakar yakni reaksi kimia dalam energi padat di dalamnya saat perangkat dioperasikan.