Satelit Gaia meluncur pada 19 Desember 2013 dari fasilitas landasan Kourou, French Guiana, Amerika Selatan menggunakan roket Soyuz buatan Arianespace.
Gaia yang bentuknya seperti piring itu memang bertugas memantau bintang-bintang di Bimasakti. Nah, baru-baru ini tim astronom ESA merilis katalog awal dari 1,15 miliar bintang yang telah dipetakan Gaia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Proses pemetaan Gaia dibantu oleh teleskop kembar yang ia boyong, tugasnya memindai citra yang berhasil ditangkap.
Brown bahkan membandingkan gambar yang ditangkap oleh teleskop Hubble milik NASA yang selama ini bekerja layaknya 'mata' antariksa karena mampu merekam dan menjepret objek luar angkasa secara detil.
Misi Gaia yang telah mulai beroperasi sejak Juli 2014 lalu dijadwalkan akan berlangsung selama lima tahun. Selain pemetaan bintang di Bimasakti, ia juga ditugaskan mengumpulkan data penting terkait suhu, tingkat cahaya, dan komposisi kimia dari tiap bintang.
Sebelumnya juga pernah ditemukan ribuan objek yang dulunya tidak terdeteksi, tak terkecuali asteroid yang dipercaya bisa menghantam Bumi. Gaia sendiri selama ini mengorbit Matahari dari jarak 1,5 juta kilometer di luar orbit Bumi. (tyo)