Grab selanjutnya mengunggah iklan video baru bertajuk "Selalu #PilihAman" dengan durasi 15 detik. Video itu menggambarkan perempuan remaja memesan ojek motor dengan aplikasi Grab, lalu ada keterangan bahwa para mitra pengemudi Grab telah melewati pelatihan keselamatan berkendara, memiliki dokumen lengkap, dan merawat kendaraan secara rutin.
Grab telah menghapus adegan yang menggambarkan perempuan remaja dengan luka di wajah sampai kaki akibat kecelakaan kendaraan bermotor di luar layanan Grab.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, ketua tim perumus etika pariwara Indonesia, Hery Margono, menilai bahwa iklan Grab yang berjudul "#PilihAman" berpotensi melanggar kode etik periklanan karena menimbulkan rasa takut dari hasil kekerasan dan merendahkan produk pihak lain.
"Hiperbolisasi mereka nanggung padahal kalau iklannya fiktif justru tak masalah," tambah Hery.
CNNIndonesia.com telah menghubungi pihak Grab Indonesia namun sejauh ini belum mendapat keterangan terkait kontroversi yang muncul karena iklan tersebut. (adt)