Ulah sejumlah mitra pengemudi Uber di China sempat membuat heboh lantaran foto profil yang mereka pasang di aplikasi dinilai menyeramkan seperti hantu. Bagaimana tidak, dandanan mukanya dibikin seperti hantu dengan riasan serba hitam di sekitar mata.
Dari laporan portal The Guardian, ulah tersebut bertujuan untuk menakut-nakuti para pengguna agar mereka segera membatalkan pesanannya. Di beberapa pasar, Uber akan mengutip biaya denda jika penumpang melakukan pembatalan order.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(Dok. Weibo) |
Banyak media lokal juga menyebutkan, aksi tersebut sifatnya terorganisir karena mereka punya tujuan mengumpulkan beberapa yuan China dari biaya pembatalan order.
Sedangkan jika pengguna tidak membatalkan, si pengemudi akan menerima order dan mendadak mengakhirinya untuk mendapatkan tarif perjalanan singkat.
Setelah mengetahui hal ini, Uber mengaku sedang mengumpulkan bukti-bukti demi membasmi aksi konyol tersebut dari para mitranya.
Untuk sementara waktu, Uber mengganti rugi biaya pembatalan tersebut ke para pengguna yang mengeluh mendapat "pengemudi hantu".
"Uber tidak memiliki toleransi terhadap aksi penipuan," ucap perusahaan asal San Francisco itu kepada media lokal. (adt)
(Dok. Weibo)