Kolaborasi BMW, VW, dan Mercedes Membangun Peta Digital Here

Aditya Panji, CNN Indonesia | Senin, 26/09/2016 08:35 WIB
Kolaborasi BMW, VW, dan Mercedes Membangun Peta Digital Here Pengunjung berdiri di bawah logo Volkswagen (VW) dalam ajang Shanghai International Automobile Industry Exhibition ke-16 di Shanghai, China, pada 20 April 2015.. (REUTERS/Aly Song)
Jakarta, CNN Indonesia -- Aplikasi peta digital Here yang kini dimiliki tiga produsen mobil Jerman akan memperkenalkan satu set layanan baru untuk kebutuhan pandangan berkendara di jalan raya.

BMW, Daimler (Mercedes-Benz), dan VW, berkata akan memberi kontribusi data ke layanan ini yang menandai kolaborasi besar ketiganya setelah membeli Here sebesar US$3,1 miliar pada akhir tahun lalu dari perusahaan teknologi Nokia asal Finlandia.

Here disebut akan memberi empat layanan dari teknologi terbaru mereka, yaitu dapat memperlihatkan pandangan video soal kemacetan dan kecelakaan, memberi potensi bahaya jika ada kabut atau jalan licin, memperingati rambu lalu lintas termasuk batas kecepatan, dan membantu parkir.


Dalam ajang Paris Motor Show 2016, para pengelola berkata lyanan pandangan berkendara dari Here ditargetkan debut pada 2017.


Ratusan ribu kendaraan dari tiga merek mobil Jerman akan memulai memberi data visual ke layanan baru Here, dengan target jutaan kendaraan berikutnya dapat memberi kontribusi layanan siaran lalu lintas pada 2018.

"Anda didukung mereka besar yang menempatkan data mereka bersama untuk menciptakan layanan yang sangat unik dan tak ada sebelumnya," kata Bruno Bourguet, Kepala Penjualan Global Here, seperti dikutip dari Reuters.


Nantinya, data-data lalu lintas diambil dari sensor yang tertanam di rem, wiper, ban depan juga belakang, pintu, sistem lokasi, kamera video di kaca depan, sensor di kap mobil, dan sensor lain. Data-data itu kemudian dianalisis dan diterjemahkan dalam layanan Here.

Produsen mobil lain yang bergabung dalam pengembangan proyek Here, diharapkan bisa berkontribusi data dari kendaraan mereka.

Sejauh ini, layanan pandangan lalu lintas yang diberikan Here masih ditujukan kepada pengemudi manusia. Ke depan, bisa jadi data-data yang dikumpulkan itu bisa dimanfaatkan untuk membangun sistem mobil pintar tanpa kendali sopir.


Langkah ini menjadikan Here bersaing dengan perusahaan teknologi lain yang menciptakan sistem atau mobil pintar, antara lain Google, Apple, Tesla, TomTom, dan Uber.

Here rencananya juga akan menyediakan layanan ini ke industri otomotif dan bisnis lain yang membutuhkan pandangan berkendara. (adt)