Warga New York bernama Ronald Schwartz yang mewakili pengguna Yahoo di Amerika melayangkan gugatannya pada Jumat 23 September lalu ke pengadilan San Jose, California. Namun, belum diketahui apa isi tuntutannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Akun yang dicuri termasuk alamat email, nomor telepon, tanggal ulang tahun,” ujarnya.
Beberapa pengguna yang kecewa langsung menutup akun mereka. Seorang pengguna bernama Rachel (33 tahun), berkata kepada Reuters bahwa ia akan mematikan akun Yahoo yang telah dibuka sejak 1999.
Dari insiden ini, pengguna lain juga mengubah informasi akun email lain yang memakai password serupa dengan email Yahoo.
Bahkan, ada pengguna yang mengaku juga mengubah password pada akun bank atau e-commerce ritel lain untuk menghindari hal yang tak dikehendaki.
Kejujuran Yahoo mengungkap peretasan massal yang telah dialaminya, dikhawatirkan akan memengaruhi kesepakatan penjualan unit bisnis inti Yahoo kepada Verizon senilai US$4,8 miliar atau setara Rp6,2 triliun
Para investor khawatir Verizon akan meminta penyesuaian harga, atau buruknya membatalkan kesepakatan akibat isu peretasan data.
(tyo)