Max Berek Innovation Laboratorium didirikan dengan tujuan mengembangkan teknologi optikal kamera dan peranti lunak untuk kemampuan fotografi yang lebih baik dan pengembangan perangkat mobile.
Meski tidak merinci kapan dan berapa besar investasi yang dikeluarkan untuk pengembangan pusat riset ini, Huawei memastikan laboratorium ini juga akan menjadi pusat pengembangan untuk kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/ AR) dan perangkat Virtual Reality (VR).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Melihat Kehebatan Dua Kamera Huawei P9 |
CEO Huawei Ren Zhengfei mengatakan salah satu alasan kerjasama pendirian pusat riset ini tak lain melihat tren trafik data yang 90 persen diantaranya berupa konten foto dan video.
Ke depan, Ren memastikan pengembangan teknologi pada fitur kamera akan menjadi salah satu fokus perusahaan.
Pemilihan nama laboratorium merupakan suatu bentuk penghormatan terhadap Max Berek (1886 - 1949), pelopor sekaligus pencipta desain optik untuk lebih dari 20 lensa kamera 35mm uamh legendaris dan diciptakan pertama kali oleh Oskar Barnack.
Markus Limberger, COO Leica sekaligus direktur laboratorium memastikan kehadiran pusat riset ini akan menjadi kekuatan untuk mengembangkan keahlian dalam teknologi pencitraan visual.
Kerjasama antara kedua perusahaan teknologi ini dimulai pada Februari 2016 dan ditandai dengan kemunculan ponsel Huawei P9 dan P9 Plus yang didukung lensa kamera besutan Leica pada April. (evn)