Teknologi Digital Bisa Dorong PDB Indonesia Rp1.938 T di 2025

Hani Nur Fajrina, CNN Indonesia | Rabu, 28/09/2016 08:40 WIB
McKinsey memprediksi teknologi digital mampu meningkatkan Produk Domestik Bruto Indonesia sebesar US$150 miliar atau setara Rp1.938 triliun pada 2025. Ilustrasi: Petugas menunjukan cara pembuatan E-KTP di lokasi pusat data E-KTP di Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Degeri. Jakarta, Selasa 25 November 2014. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Digitalisasi memengaruhi segala aspek kehidupan dan 'memaksa' sebagian besar bisnis bergerak mengikutinya. Perusahaan konsultan McKinsey and Company memprediksi teknologi digital mampu meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia sebesar US$150 miliar atau setara Rp1.938 triliun pada 2025.

Meski Indonesia masih awam dalam transformasi ke arah digital, tetapi pemanfaatan teknologi di Indonesia sangat penting di segala sektor demi meningkatkan perekonomian. Salah satunya dengan menyediakan lapangan pekerjaan bagi talenta potensial.

"Transisi menuju era serba digital mampu mendongkrak PDB Indonesia di angka US$150 miliar di tahun 2025. Angka itu setara dengan 10 persen PDB pada tahun tersebut," jelas Khoon Tee Tan, Partner McKinsey South East Asia, di sela diskusi “Indonesia in a digital world” yang digelar di Jakarta, Selasa (27/9).



Berdasarkan analisis McKinsey, terdapat tiga tren besar di Indonesia yang akan melibatkan teknologi.

Pertama adalah pembangunan teknologi komunikasi dan informasi (ICT) dari sisi infrastruktur. Menurut penjelasannya, saat ini harga bandwidth Indonesia menjadi salah satu yang termurah, namun soal kecepatan masih terlalu rendah.

"Jika dibandingkan negara tetangga seperti Singapura, bandwidth mereka 100 kali lipat dibanding Indonesia. Pun begitu dengan Thailand yang kecepatannya 10 kali lipat," lanjut Tan.

Dari situ, Tan meyakini bahwa Indonesia masih punya peluang besar untuk meningkatkan aspek infrastruktur ICT dalam negeri.


Lalu kedua, kebiasaan konsumen Indonesia memanfaatkan teknologi seperti koneksi internet sangat masif.

Dari total populasi Indonesia, hanya 30 sampai 40 persen orang yang telah memiliki akses internet. McKinsey memprediksi, sekitar empat sampai lima tahun ke depan, akan terjadi pertumbuhan 50 hingga 60 juta orang yang menerima akses internet.

"Dilihat dari waktu penggunaan internet hingga aktivitasnya seperti transaksi online, transformasi digital ke depannya juga akan didukung oleh adopsi dari konsumen Indonesia sendiri," tambahnya lagi.

Ketiga, dilihat dari sisi bisnis digital. Meski negara barat sudah lebih dulu maju, Indonesia diramalkan akan dipenuhi oleh startup potensial.

Bahkan menurut penuturan Tan, kini Indonesia sudah memiliki lebih dari 250 startup yang telah meraih pendanaan sebesar US$1,7 juta. Hal tersebut dipercaya menjadi peluang besar bagi Indonesia dalam meningkatkan ekonomi digitalnya. (adt)
pdb


ARTIKEL TERKAIT