Secara prinsip layanan baru Uber ini tidak berbeda jauh dengan layanan pesan antar makanan yang lain. Namun yang membedakan layanan ini adalah konsumen bisa meminta uangnya kembali dengan mudah. Hal ini yang dicurangi oleh sejumlah konsumen.
Sejumlah pengguna UberEATS di London mencoba mengambil keuntungan dari kebijakan tersebut. Modus mereka adalah memesan sesuatu yang murah seperti kaleng soda dan keluhkan kualitas pengantaran atau barang yang dibeli.
Begitu keluhan sampai ke telinga operator UberEATS, konsumen akan mendapat kompensasi berupa kupon voucher. Nilai kupon yang diberikan bisa mencapai US$30 atau setara Rp390 ribu sebagai bentuk permintaan maaf.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa konsumen UberEATS mengaku akunnya diblokir setelah menggunakan kode promosi tadi. Namun belum jelas tindakan apa yang akan diambil oleh Uber untuk menangani masalah ini.
UberEATS sendiri telah beroperasi di 33 kota di 8 negara seperti di antaranya San Francisco, Paris, dan London. Tokyo menjadi kota teranyar bagi UberEATS menjalankan bisnis antar makanan ini yang resmi diluncurkan pada 29 September lalu.
Di Indonesia sendiri UberEATS masih belum bisa bersaing dengan GoFood milik Gojek. Pihak Uber Indonesia sebenarnya telah lama memastikan akan segera hadir. Namun sampai saat ini mereka belum mau merilis perkiraan tanggal main mereka. (tyo)