Seperti yang dilaporkan Reuters, salah satu sumber terdekat mengatakan besar kemungkinanan langkah bisnis yang akan ditempuh untuk menyelamatkan perusahaan yakni lewat jalur merger dan akuisisi.
Penawaran akuisisi kabarnya akan mulai dibuka pada 27 oktober mendatang. Disebutkan oleh sumber yang sama, sejauh ini Twitter sudah mengantongi beberapa nama perusahaan yang tertarik untuk mengakuisisi.
Lihat juga:Spotify Bersiap Akuisisi Soundcloud |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baik Google, Twitter, Salesforce.com, maupun Disnet hingga saat ini enggan untuk memberikan komentar. Namun langkah ini dianggap sebagai keputusan bijak yang dibuat CEO Jack Dorsey untuk menyelamatkan valuasi perusahaan dan nasib karyawannya.
Dengan Salesforce.com, besar kemungkinan layanan micro blogging ini akan dipakai sebagai media komunikasi untuk layanan konsumen dan database untuk pengembangan bisnis perusahaan dari setiap cuitan penggunanya. Sementara Google kemungkinan akan mengembangkan Twitter sebagai layanan sosial media dan portal berita.
Sejak resmi melantai di lantai bursa pada November 2013, untuk pertama kalinya saham Twitter pertama kali dilepas seharga US$26 per lembar. Puncaknya harga penjualan tertinggi terjadi sebulan kemudian, yakni US$74 per lembar.
Hingga kini, Twitter terus berjuang bangkit untuk menorehkan pendapatan dan keuntungan bagi perusahaan. Meski memiliki 313 juta pengguna aktif, namun dari segi bisnis Twitter tercatat kurang menguntungkan dibandingkan rivalnya, Facebook. (evn)